Silabus Aswaja II
Namun, sebelum masuk ke sana, kita akan sedikit mengulas kembali tentang makna Ahlusunnah Wal Jamaah dalam sejarah dan perkembangannya. Oleh karenanya dalam pembahasan tersebut harus lebih spesifik dan teliti. Sehingga bisa menguatkan pemahaman kita terhadap Ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Materi kita dibagi menjadi 3 bagian. Pertama, penguatan Ahlussunnah Wal Jamaah dengan 3 pilarnya yakni Fiqih, Akidah dan Tasawuf. Kedua, Ruang lingkup permasalahan umat Islam, baik secara internal maupun eksternal. Berhubungan dengan komunitas mulim dan non muslim. Ketiga. Kita akan membahas secara lebih detail terkait ideologi Islam Trans-Nasional. Mulai dari Salafi Wahabi, Jamaah Tabligh, Hizbut Tahrir, dan Ikhwanul Muslimin.
Dari ketiga hal tersebut, jika dirinci, saya membagi sesuai dengan jumlah pertemuan kita yakni 13 pertemuan.
- Pemikiran Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Pada pembahasan ini, diharapkan teman-teman sekalian tidak hanya membahas secara global saja, tetapi juga membahas secara rinci terkait, sanad keilmuan tokoh-tokoh pengikut Imam Asy’ariyah dan Maturidiyah. Selain itu, bisa ditambahkan pembahasan yang lebih spesifik yakni tentang konsep keimanan.
- Pemikiran Fikih Ahlusunnah Wal Jama’ah. Pembahasan ini, selain menyebutkan biografi imam mazhab empat; Imam Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali. Pun menyebutkan tentang karakteristik dan keberbedaan di antara imam mazhab tersebut. Intinya adalah membuat kesimpulan bahwa perbedaan pendapat dan hukum tersebut adalah hal yang niscaya dan dibutuhkan selama tidak menyalahi nash Alquran dan Hadis.
- Pemikiran Tasawuf Ahlusunnah Wal Jamaah. Tasawuf merupakan salah satu pilar Aswaja, dan oleh karenanya pembahasan ini juga tidak akan lepas dari materi tentang nilai-nilai tasawuf yang ada di dalam islam. Dua tokoh yang akan kita bahasa adalah Imam Ghazali dan Imam Junaid Albaghdadi.
- Islam yang toleran. Akhir-akhir ini kita selalu dihadang oleh sikap-sikap anti toleransi terhadap keberbedaan, baik itu secara pilihan dan ideologi, bahkan agama. Oleh karenanya, pada pertemuan ke empat ini, saya ingin teman-teman mengangkat tema tentang; Islam yang mudah dan santai, mentoleransi keberbedaan, larangan mengkafirkan sesama muslim, dan sikap muslim terhadap non muslim.
- Amalan-amalan yang dibid’ah-sesatkan oleh sekelompok orang, seperti peringatan maulid Nabi dan Ziarah Kubur. Pada pertemuan ini, teman-teman harus bisa menjelaskan dalil dan argumentasi tentang amalan-amalan tersebut bagi kalangan umat islam Ahlusunnah Wal jamaah.
- Masih tentang Bid’ah. Secara lebih spesifik juga kita akan membahas tentang amalan-amalan seperti tawasulan, nyadran, mitoni, tahlilan 3 hari 7 hari 40 hari dan seterusnya,
- Makna Jihad. Kita akan membahas tentang makna jihad secara lebih luas daripada secara lebih sempit yakni perang. Jihad bisa dalam bentuk sosial, pendidikan, dan akhlak. Secara lebih spesifik kita akan mengungkap fakta-fakta bom bunuh diri yang mengatasnamakan jihad fi sabilillah.
- Ideologi Intoleran dan Kekerasan. Pertemuan ini kita akan membahas secara khusus tentang Aliran Wahabi, termasuk kritik tentang pembagian tauhid rububiyah, uluhiyah dan asma wa sifat.
- Masih berlanjut kita akan membahas tentang Jamaah Tabligh, mulai dari sejarah, tokoh dan pemikirannya.
- Ideologi Ikhwanul Muslimin. Kita akan membahas tentang sejarah, tokoh dan pemikirannya secara lebih detail dan komprehensif.
- Idelogi Hizbut Tahrir, sejarah pemikiran tokoh dan ajaran-ajarannya hingga penyebarannya ke Indonesia.
- Ahlusunnah Wal Jamaah dan Ijtihad Ulama Islam Nusantara. Pada pembahasan ini kita akan membahas tentang beberapa pembaharuan ijtihad ulama nusantara yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi masyarakat Islam di Nusantara.
- Nahdlatul Ulama dan perannya dalam menjaga keutuhan Islam sekaligus Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada pembahasan terakhir ini, kita akan mengulik tentang sejarah NU atau tokoh-tokoh NU yang mempunyai kontribusi menjaga keutuhan NKRI, sekaligus tidak melepaskan nilai-nilai religius Islam sebagai landasan hukum dan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.
- A Fatih Syuhud, Ahlussunnah Wal Jamaah Islam Wasathiyah Tasamuh Cinta Damai, Pustaka Alkhoirot, 2019
- I’tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah, Pustaka Baru 2016
- Agus Sunyoto, Atlas Walisongo, 2017
- Ahmad Baso, Islam Nusantara Jilid 1-4, 2018
- Sejarah Lengkap Wahabi, Diva Press 2019
- Fikih Nusantara, Pustaka Compass, 2019