Beruntunglah orang-orang yang sedang Sibuk
Dan apabila engkau telah selesai dengan suatu urusan, maka beralihlah (dengan urusan/kesibukan yang lain). Al-Insyirah: 7
Kita tentunya pernah sekali duakali atau malah seringkali merasakan kejenuhan dalam menjalani kehidupan ini, mulai dari urusan pekerjaan, pertemanan, sosial masyarakat dan keluarga, sehingga hal itu mempengaruhi cara bekerja tubuh kita, seperti pikiran penuh lalu malas ngapa-ngapain.
Jika demikian, saya seringkali ingat ayat di atas. Faidza faraghta fanshab. Tulisan ini tidak bisa dikatakan sebagai tafsir, sebab perangkat ilmu tafsir tidak saya gunakan secara keseluruhan, saya hanya menulis tentang subjektifitas pemaknaan ayat tersebut di dalam pikiran saya.
Melalui ayat di atas, Alquran meniscayakan kita agar jangan sampai nganggur atau tidak berbuat apa-apa. Sebab sering kali ketika kita tidak sibuk alias nganggur, pikiran kita akan terbang menuju lamunan-lamunan yang sia-sia.
Ketika kita sedang dirundung duka, galau, malas, dan lain sebagainya. Yakin saja bahwa seburuk-buruk penderitaan kita pasti lebih banyak nikmat yang kita dapatkan.
Terkadang dengan melakukan hal-hal yang paling sederhana, mood kita atau sikap kita menjadi lebih hidup. Sebab pikiran kita tidak lagi kosong dengan panjang angan tadi, pikiran kita telah beralih pada sesuatu yang baru, sesuatu yang menyenangkan.



