Simpang Siur Jumlah Ayat dalam Al-Qur’an

Sutet Listrik (dok. pribadi 2022)

Apakah Anda pernah mendengar tentang jumlah ayat al-Qur’an yang ada 6666 dan kita percaya begitu saja? Secara tidak sadar sepertinya mayoritas di antara kita pernah menganggap demikian. Tak terkecuali mahasiswa ketika di kelas mata kuliah Pentashihan Mushaf. 

Saya sering melontarkan pertanyaan tersebut di awal pertemuann pembahasan tentang berapa jumlah ayat dalam Al-Qur’an. Kebanyakan dari mereka merecall ingatan mereka bahwa jumlah surah dalam Al-Qur’an adalah 6666.

Kenapa angka tersebut begitu fantastis dan bisa tertanam di ingatan kita? Ya, karena itu mudah diingat. Angka 6666 mudah diingat karena itu termasuk nomor cantik juga, bukan? Eh, sekarang masih ada nggak ya yang peduli dengan nomor cantik? 

Siapa yang Mempopulerkan 6666 sebagai Jumlah ayat dalam Al-Qur’an?

Angka 6666 tersebut, salah dua (bukan satu) yang mempopulerkan adalah Syaikh Nawawi Banten dalam Nihayatuz-Zain fi Irsyadil-Mubtadi’in (DKI Lebanon, t.th. cet. ke-1/36) (w. 1316 H/1897 M) dan At-Tafsir al-Munir fil-‘Aqidah wasy-Syari’ah wal-Manhaj, (Dar al-Fikr 2003, jilid 1/45) karya Wahbah az-Zuhaily. 

Setidaknya itu yang saya ketahui melalui artikel yang terbit di website Kemenag.

Perbandingan 7 Kawasan tentang Jumlah Ayat serta Permasalahannya

Keterangan

Mazhab Kufi:
penentuan hitungan ayat yang bersandarkan pada riwayat masyarakat Kufah (Irak), secara sanad bersumber dari Ali bin Abi Thalib melalui penuturan Abu ‘Abdirrahman as-Sulami. Mazhab Basri: bersumber dari trah periwayatan ulama fawasil di wilayah Basrah (Irak), dengan tokoh utama seperti ‘Atha bin Yasar dan Ashim al-Jahdari. Mazhab Makki didasarkan pada tradisi perhitungan fashilah ayat yang dipegang teguh oleh para ahli qiraat di kota Mekah. Riwayatnya bersandar secara otentik pada sahabat Abdullah bin az-Zubair. Mazhab Madani I standardisasi hitungan ayat fase pertama di kota Madinah yang bersumber dari riwayat Imam Nafi’ dari Abu Ja’far Yazid bin al-Qa’qa’ (serta dituturkan pula oleh Syaibah bin Nashah). Mazhab Madani II Standardisasi hitungan ayat fase kedua (kontemporer klasik) di Madinah yang bersandar pada jalur riwayat Ismail bin Ja’far dari Syaihah dan Abu Ja’far. Mazhab Syami merupakan kodifikasi perhitungan fashilah yang dianut oleh masyarakat wilayah Syiria/Syam kuno (termasuk Damaskus dan Palestina). Trah riwayatnya bersandar kuat pada sahabat Mu’adz bin Jabal melalui Yahya bin Al-Harits ad-Dzimari.
NoNama SurahKufiBasriMakkiMadani IMadani IISyamiMasalah / Titik Khilaf Utama (Mawadhi’ al-Khilaf)
1Al-Fatihah777777Kedudukan Basmalah sebagai ayat 1 (Kufi/Makki) vs pemotongan klausa An’amta ‘alayhim sebagai ayat 6 (lainnya).
2Al-Baqarah286287285285285285Khilaf pada Alif Lam Mim (Kufi), Illa khaifina (Basri), dan pembagian Al-Hayyul Qayyum menjadi dua ayat (Madani II).
3Ali ‘Imran200200200200200200Khilaf tafsili di 7 titik: Alif Lam Mim (Kufi), pembuangan Anzalat-tawraat (Syami), pembuangan Wa-anzalal-furqan (Kufi).
4An-Nisa’176175175175175177Khilaf pada Wayuriduuna an tadillus-sabil (Kufi/Syami) dan Fayu’adhibuhum ‘adhaban alima (Syami).
5Al-Ma’idah120123122122122122Pembuangan klausa Awfu bil-‘uqud and Waya’fu ‘an kathir (Kufi); penghitungan Fainnakum ghalibun (Basri).
6Al-An’am165166167167167166Penghitungan Wa ja’ala az-zulumati (Madani/Makki) and Qul lastu ‘alaikum; pembuangan Kun fayakun (Kufi).
7Al-A’raf206205206206206205Khilaf pada huruf muqatta’at pembuka Alif Lam Mim Sad (Kufi) and pembagian klausa kisah Nabi Musa.
8Al-Anfal757677767677Perbedaan pada pembagian klausa pembagian rampasan perang (Anfal) and ikatan perjanjian damai di antara kabilah.
9At-Taubah129130130130130130Perbedaan fashilah pada akhir ayat-ayat deskripsi kaum munafik and deklarasi lepas tangan di akhir surah.
10Yunus109109109109109110Madzhab Syami menghitung fashilah tambahan pada sela-sela deskripsi kisah umat Nabi Yunus.
11Hud123121121122121122Khilaf pada pembagian potongan kalimat dialog para nabi, di mana Kufi memecahnya menjadi lebih pendek.
12Yusuf111111111111111111Ittifaq secara total di antara seluruh madzhab fawasil, baik secara jumlah global maupun letak pemotongan ayat.
13Ar-Ra’d434544444446Khilaf pada huruf muqatta’at Alif Lam Mim Ra’ and deskripsi akustik suara guruh (Ar-Ra’d).
14Ibrahim525154545455Khilaf pada penentuan fashilah kisah azab neraka and rangkaian lafal doa Nabi Ibrahim.
15Al-Hijr999999999999Disepakati 99 ayat secara global; terdapat perbedaan minor non-kuantitatif pada pemisahan klausa certain.
16An-Nahl128128128128128128Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
17Al-Isra’111110110110110110Perbedaan penentuan batas fashilah pada potongan klausa pembuka tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
18Al-Kahf110111105105105106Khilaf di 11 titik, termasuk pemotongan klausa kisah Ashabul Kahfi, Musa, and Dzulqarnain.
19Maryam989999999999Kufi menghitung fawatih Kaf Ha Ya ‘Ain Shad sebagai ayat tersendiri, sedangkan madzhab lain menggabungkannya.
20Ta Ha135134132132132132Khilaf pada kata pembuka Ta Ha sebagai ayat (Kufi) serta penyesuaian rima vokal pendek untuk imalah.
21Al-Anbiya’112111112112112111Perbedaan penentuan batas fashilah pada bagian akhir doa-doa permohonan para nabi terdahulu.
22Al-Hajj787577767674Khilaf pada kata Al-Muslimin (Makki) and penentuan batas klausa deskripsi goncangan kiamat.
23Al-Mu’minun118118118118118118Disepakati 118 ayat; terdapat perbedaan minor pada penentuan letak pemberhentian rima deskripsi karakter mukmin.
24An-Nur646464646464Disepakati 64 ayat; perbedaan kecil pada letak fashilah ayat hukum pidana Islam (had) and penyebaran kabar dusta.
25Al-Furqan777777777777Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
26Ash-Shu’ara’227226227227227226Khilaf pada Ta Sin Mim (Kufi), kalimat Falasawfa ta’lamun, and kalimat Ayna ma kuntum ta’budun.
27An-Naml939495959594Khilaf pada klausa Wa-ulu ba’sin syadid (Makki/Madani) and Mumarradun min qawarir (lainnya).
28Al-Qasas888888888888Khilaf tafsili: Kufi menghitung Ta Sin Mim, lainnya memotong di Ummatan minan-nasi yasqun.
29Al-‘Ankabut696969696970Khilaf pada Alif Lam Mim (Kufi), Wa-taqta’un (Madani/Makki), Mukhlisina (Basri/Syami).
30Ar-Rum606059605960Khilaf pada Alif Lam Mim (Kufi), Ghulibati-r-rum (Syami/Kufi/Madani I/Basri), Fi bid’i sinin (lainnya).
31Luqman343433333334Khilaf pada huruf pembuka Alif Lam Mim (Kufi) and klausa Mukhlisina lahud-din (Syami/Basri).
32As-Sajdah302930303030Khilaf pada Alif Lam Mim (Kufi) and kalimat A-inna lafi khalqin jadid (Syami/Makki/Madani).
33Al-Ahzab737373737373Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
34Saba’545454545455Madzhab Syami menghitung penggalan kalimat ‘An yaminin wa syimal sebagai satu ayat tersendiri.
35Fatir454545454646Madani II and Syami menambah fashilah terpisah pada sela-sela deskripsi penciptaan sayap malaikat.
36Ya Sin838283838383Kufi menghitung pembuka surah Ya Sin sebagai ayat 1, sedangkan Basri menyambungkannya dengan kalimat setelahnya.
37As-Saffat182181182182182182Perbedaan fashilah pada kalimat sumpah pembuka surah and keselarasan ritme akhir kisah nabi.
38Sad888888888888Khilaf pada penentuan fashilah kalimat Wal-haqqa aqul di bagian akhir surah oleh madzhab Basri.
39Az-Zumar757575757575Disepakati 75 ayat; terdapat perbedaan penafsiran letak fashilah minor pada bagian pembagian rombongan.
40Ghafir858485858585Kufi menghitung huruf pembuka Ha Mim sebagai ayat 1, sedangkan Basri membuang hitungan mandiri tersebut.
41Fussilat545354545454Kufi menghitung huruf pembuka Ha Mim sebagai ayat 1, sedangkan Basri menyambungkannya ke ayat setelahnya.
42Ash-Shura535053535353Kufi memecah huruf pembuka menjadi dua ayat (Ha Mim sebagai ayat 1, ‘Ain Sin Qaf sebagai ayat 2).
43Az-Zukhruf898889898989Kufi menghitung huruf pembuka Ha Mim sebagai ayat 1, sedangkan Basri tidak menghitungnya secara mandiri.
44Ad-Dukhan595657575757Kufi menghitung Ha Mim sebagai ayat 1 and memotong klausa deskripsi hari kiamat menjadi lebih pendek.
45Al-Jathiyah373637373737Kufi menghitung huruf pembuka Ha Mim sebagai ayat 1, sedangkan Basri menggabungkannya dengan ayat setelahnya.
46Al-Ahqaf353435353535Kufi menghitung huruf pembuka Ha Mim sebagai ayat 1, sedangkan Basri membuangnya dari hitungan mandiri.
47Muhammad383939393939Kufi menggabungkan dua klausa deskripsi peperangan di awal surah menjadi satu ayat panjang.
48Al-Fath292929292929Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
49Al-Hujurat181818181818Ittifaq mutlak secara total, salah satu surah Madaniyah pendek dengan konsensus penuh seluruh mufasir.
50Qaf454545454545Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
51Az-Zariyat606060606060Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
52At-Tur494949494949Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
53An-Najm626262626262Disepakati 62 ayat; perbedaan kecil terletak pada penyelarasan tanda berhenti untuk hukum bacaan imalah.
54Al-Qamar555555555555Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
55Ar-Rahman787677777778Khilaf pada kedudukan kalimat pengulangan Fabiayyi aalaa’i rabbikuma tukadhdhiban sebagai fashilah.
56Al-Waqi’ah969799999999Khilaf pada pemisahan kalimat Fa-ashabul maimanah (ayat 8) yang digabungkan oleh madzhab Kufi.
57Al-Hadid292928282828Kufi and Basri memisahkan klausa akhir mengenai anugerah karunia Allah menjadi satu ayat mandiri.
58Al-Mujadilah222222222222Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
59Al-Hashr242424242424Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
60Al-Mumtahanah131313131313Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
61As-Saff141414141414Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
62Al-Jumu’ah111111111111Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
63Al-Munafiqun111111111111Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
64At-Taghabun181818181818Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
65At-Talaq121112121212Madzhab Basri menggabungkan dua fashilah aturan nafkah iddah menjadi satu ayat yang panjang.
66At-Tahrim121212121212Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
67Al-Mulk303030303030Ittifaq mutlak, salah satu surah yang memiliki dalil kuat dari hadis nabi mengenai jumlah 30 ayat.
68Al-Qalam525252525252Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
69Al-Haqqah525252525252Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
70Al-Ma’arij444444444444Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
71Nuh282828282828Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
72Al-Jinn282828282828Khilaf tafsili: Makki memotong kalimat Lan yujirani minallahi ahad, lainnya di Walan ajida min dunihi multahada.
73Al-Muzzammil202020202020Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
74Al-Muddaththir565655565556Makki and Madani II menggabungkan potongan kalimat penjelas mengenai malaikat penjaga neraka Saqar.
75Al-Qiyamah404040404040Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
76Al-Insan313131313131Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
77Al-Mursalat505050505050Ittifaq mutlak, pengulangan kalimat Waylun yawma’idhin lilmukadhdhibin disepakati utuh sebagai batas fashilah.
78An-Naba’404041404040Madzhab Makki menghitung kalimat ‘Adhaban qariba sebagai satu ayat independen di akhir surah.
79An-Nazi’at464646464646Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
80‘Abasa424242424242Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
81At-Takwir292929292929Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
82Al-Infitar191919191919Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
83Al-Mutaffifin363636363636Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
84Al-Insyiqaq252525252525Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
85Al-Buruj222222222222Ittifaq mutlak, keindahan rima fashilah terletak pada konsonan vokal panjang di ujung ayat.
86At-Tariq171717171717Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
87Al-A’la191919191919Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
88Al-Ghashiyah262626262626Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
89Al-Fajr303030303030Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
90Al-Balad202020202020Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
91Ash-Shams151515151515Khilaf minor pada Fa’aqaruha (ayat 14) yang dihitung oleh Madani I, Makki, dan Syami.
92Al-Lail212121212121Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
93Ad-Duha111111111111Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
94Al-Insyirah888888Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
95At-Tin888888Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
96Al-‘Alaq191919191918Khilaf pada pemotongan kalimat Ara’ayta alladhi yanha (ayat 9) yang digabungkan oleh Syami.
97Al-Qadr555556Madzhab Syami memotong klausa pertengahan tentang malam kemuliaan menjadi ayat tambahan.
98Al-Bayyinah888889Madzhab Syami menghitung klausa penjelas Mukhlisina lahud-din sebagai satu ayat mandiri.
99Az-Zalzalah899899Khilaf pada pemotongan kata Asytatan (ayat 6) yang digabungkan oleh Madani I and Kufi.
100Al-‘Adiyat111111111111Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
101Al-Qari’ah11118101010Kufi memecah klausa eskatologis pembagian timbangan amal menjadi kalimat pendek mandiri.
102At-Takathur888888Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
103Al-‘Asr333333Khilaf tafsili: Madani Akhir memotong di Wa tawasaw bil-haqq, lainnya di Wal-‘ashr.
104Al-Humazah999999Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
105Al-Fil555555Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
106Quraisy444444Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
107Al-Ma’un777777Ittifaq mutlak; secara estetis memiliki keteraturan struktur simetris yang kuat dengan Al-Fatihah.
108Al-Kautsar333333Ittifaq mutlak pada surah terpendek di dalam susunan mushaf Al-Qur’an.
109Al-Kafirun666666Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
110An-Nasr333333Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
111Al-Masad555555Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
112Al-Ikhlas445445Khilaf pada pemisahan klausa tauhid Lam yalid dan Wa lam yulad (Makki dan Syami memisahkannya).
113Al-Falaq555555Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.
114An-Nas666666Ittifaq mutlak secara total tanpa ada perbedaan kuantitatif maupun letak penentuan fashilah seluruh ayat.

Dari tabel di atas sebenarnya perbedaan dari masing-masing kawasan di dunia tidak terlampau jauh melainkan hanya perbedaan beberapa ayat saja. Berikut ini adalah tabel secara ringkas tentang jumlah ayat dari masing-masing daerah beserta saya berikan karakteristik spesifik dan implikasi hukumnya.

Ringkasan Karakteristik Spesifik dari 7 Kawasan

NoMadzhab Fawasil / RiwayatJumlah AyatKarakteristik Spesifik dan Implikasi Hukum / Cetakan
1Al-Madani Al-Awwal6.217 / 6.214Dalam beberapa versi cetak, jumlah yang paling banyak diikuti dan diimplementasikan adalah versi 6.214 ayat.
2Al-Madani al-Akhir6.214Meski terdapat kesamaan total kuantitas hitungan dengan pendapat kedua Al-Madani al-Awwal, namun tetap memuat perbedaan mendasar dalam perincian penentuan fashilah ayat.
3Al-Makki6.220Hitungan ayat yang bersandar pada riwayat otentik masyarakat Mekah.
4Asy-Syami6.226Standardisasi fashilah ayat yang merujuk pada periwayatan wilayah Syiria/Syam kuno
5Al-Kufi6.236Hitungan inilah yang resmi diikuti oleh cetakan Al-Qur’an di Indonesia (Kemenag), serta seluruh cetakan Al-Qur’an dunia yang menggunakan riwayat Hafs dari Imam ‘Asim
6Al-Basri6.205Madzhab hitungan terkecil dalam peta studi fawasil Al-Qur’an klasik
7Al-Himsi6.232Riwayat hitungan lokal yang bersumber dari wilayah Homs, bagian dari trah periwayatan Syami

Merujuk pada data otentik di atas, Al-Qur’an Mushaf Standar Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI maupun yang mendapatkan sertifikat pentashihan di LPMQ secara konsisten menggunakan sistem riwayat Madzhab Al-Kufi dengan total jumlah 6.236 ayat. 

Mengetahui kebenaran ilmiah fawasil ini penting agar kita tidak lagi sekadar ikut-ikutan mengamini angka pembulatan sosiologis yang kurang valid secara epistemologi sanad periwayatan Al-Qur’an klasik.

Kesimpulan

Ini yang paling penting, adanya perbedaan jumlah ayat di dalam Al-Qur’an itu bukan berarti ada penambahan atau pengurangan ayat, melainkan hanya pada perbedaan waqaf saja dalam membaca sehingga menimbulkan kontroversi. 

Hal tersebut justru memberikan efek pada kekayaan sumber pendapat dan juga sistem penulisan yang berbeda dari masing-masing kawasan. Saya kira itu bisa dimaklumi sebab di era Nabi, juga ketika Al-Qur’an disalin di masa Sayyidina Usman, belum ada sistem penomoran ayat tersebut.

Jadi, kesimpulannya kalau cetakan mushaf versi standar Indonesia, jumlah ayat dalam Al-Qur’an berjumlah 6.236 yang berkesesuaian dengan riwayat mazhab Kufah.